Seorang pendukung partai lokal menunjukkan logo dan kalender partainya. Sebagai bagian dari kesepakatan damai, kini rakyat Aceh dapat mendirikan partai politik lokal untuk menyuarakan aspirasinya. Para aktivis muda Aceh disebut-sebut mendominasi partai-partai baru terutama di Partai Rakyat Aceh (PRA), SIRA, dan Partai Gerakan Aceh Mandiri (GAM). Di Aceh juga untuk pertama kalinya berdiri partai perempuan dalam sejarah Indonesia, yakni Partai Aliansi Rayat Aceh Peduli Perempuan (PARA). Dalam Pemilu 2009, semua partai politik lokal ini akan beradu program dengan partai-partai nasional yang selama ini menjadi penyalur aspirasi masyarakat Aceh.
Salah satu kelompok tari dari sebuah SMU asyik menari sebagai bagian dari festival Diwana Cakradonya, 12-17 April 2008. Para seniman Aceh dari berbagai daerah di NAD juga unjuk kebolehan di ajang ini. Artikel menarik tentang Diwana Cakradonya dapat Anda baca di sini.
Perjanjian damai dan iklim politik keamanan yang semakin terbuka telah membuka pintu bagi hadirnya beragam jenis media massa baru di Aceh. Tampak beberapa media cetak terbitan Banda ACeh yang sehari-hari ikut mendinamisasikan kehidupan masyarakat Aceh.
Dua lelaki sedang konsentrasi menanti umpan pancingnya disambar ikan. Ribuan tempat pemancingan tersebar di pantai Barat NAD dan sering menjadi tempat melepas penat warga.
Komentar Terakhir